Polresta Balikpapan Lakukan Pengamanan Unjuk Rasa oleh Aliansi Kota Minyak

Telah berlangsung unjuk rasa oleh Aliansi Kota Minyak tentang penolakan harga Bahan Bakar Minyak Pertamax, PPN, dan penundaan pemilu, Senin (11/4/2022), pada pukul 15.00 Wita. 

Sejumlah 300 massa aksi berkumpul dan bergerak dari simpang Plaza Balikpapan sambil berjalan kaki ke depan Gedung DPRD Balikpapan. 

Memperkuat kesan demonstrasi, para pengunjuk rasa membawa sebanyak 36 alat peraga, yang terdiri dari 27 buah bendera organisasi dan 9 buah spanduk bertuliskan aspirasi. 

"Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Aktivis", "Masa Jabatan Kok Kaya Sembako Naik Terus", demikian salah dua yang tertulis dalam spanduk. 

Setibanya di depan Kantor DPRD Balikpapan, pengunjuk rasa mulai berorasi melalui pengeras suara secara bergantian. Pertama dimulai dari Koordinator Aksi, Taufik. 

Ia mengatakan, unjuk rasa ini berangkat atas seruan aksi nasional yang berlangsung di seluruh Indonesia. 

"Hari ini berangkat atas seruan aksi nasional se-Indonesia, mari kita rapatkan barisan. Ekonomi indonesia tidak baik baik saja, namun masyarakat dibuat sengsara," ujar Taufik. 

Disela-sela unjuk rasa, para demonstran berdiri membentuk lingkaran dan sempat melakukan aksi bakar ban yang menimbulkan kepulan asap hitam. 

Ditengah orasi yang bergantian, mereka memiliki 4 tuntutan. Diantaranya menolak perpanjangan jabatan 3 periode Presiden dan Penundaan Pemilu 2024; menolak Kenaikan BBM dan PPN 11%; Menuntut Pemerintah Kota Balikpapan Menyelesaikan Permasalahan Banjir; dan Meminta Polresta Balikpapan menangkap pengusaha pengusaha yang merusak lingkungan. 

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso mengatakan, pihaknya mengerahkan sejumlah peleton untuk melakukan pengamanan unjuk rasa. 

Dimana dari tiap peleton tersebut telah lebih dulu melakukan apel kesiapan personel sebelum melakukam pengamanan unjuk rasa. 

"Unjuk rasa berlangsung kondusif. Tidak ada gesekan. Mereka bisa memahami batas waktunya, hingga pukul 18.05 Wita pengunjuk rasa membubarkan diri," tutup Kombes Thirdy.

FAQ